Thursday, October 24, 2013

Stasiun Pembangkit Listrik Umum SPLU

Stasiun Pembangkit Listrik Umum (SPLU)

http://.blogspot.com/Berita Technologi/SPLU1
Mobil Listrik menggunakan Tenaga Listrik yang disimpan di Baterai nya, tidak seperti mobil berbahan bakar bensin, mobil listrik dapat diisi baterainya dari stop kontak yang ada di rumah, tanpa perlu pergi ke stasiun pengisian tertentu. Pengisian baterai juga dapat dilakukan di stasiun pengisian yang ada di jalan atau toko yang menyediakannya.
Listrik yang digunakan untuk mengisi baterai mobil listrik dihasilkan dari banyak sumber; seperti batu bara, hidroelektrisitas, nuklir atau tenaga lainnya. Sumber tenaga terbaharukan seperti sel surya, mikro hidro, atau angin juga dapat digunakan. PT. Pertamina (Persero) dan PT. PLN (Persero) akan membangun Stasiun Pembangkit Listrik Umum atau lebih di kenal dengan sebutan SPLU.
PT. Pertamina (Persero) akan meluncurkan Project Electric Vehicle Charging Station (EVCS) yang merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung diversifikasi energi sektor transportasi, pengembangan infrastruktur mobil listrik dan menjadikan Indonesia yang lebih bersih. Pertamina berkeyakinan bahwa komitmen ini akan mempercepat terwujudnya industri transportasi masa depan.
"Langkah awal Pertamina telah melakukan instalasi Pilot Project EVCS di area Kantor Pusat Pertamina sebagai proyek percontohan untuk pengembangan lebih lanjut,"ujar Vice President Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Unit EVCS yang dipasang di area Kantor Pusat Pertamina adalah jenis Siemens SIPLUS ECC8000 Electrical Vehicle Terminal Charging dengan kemampuan charging 4 jam full battery untuk jenis mobil listrik jenis city car dan dapat dipergunakan untuk jarak tempuh mobil hingga 160 kilometer.
Acara soft launching ini juga merupakan merupakan langkah awal dari Pertamina untuk mengajak seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama mendorong percepatan pertumbuhan industri mobil listrik di Indonesia.
"Sebagai bentuk kontribusi Pertamina maka instalasi EVCS tersebut dapat dipergunakan secara umum sebagai free trial pada hari kerja dan jam kerja sampai dengan akhir bulan Januari 2013,"jelas Ali Mundakir.

http://.blogspot.com/Berita Technologi/SPLU2
Sementara itu Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji menyebut bahwa Stasiun Pembangkit Listrik Umum (SPLU) bisa dipasang di rumah, meskipun sistem kelistrikan di rumah diakuinya berbeda.

"SPLU ini akan kita taruh di tempat-tempat parkir, mal, rest area dan di rumah masing-masing," ujar Nur Pamuji, saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Gambir, Jakarta, Minggu (5/8/2012) malam.

Namun, lanjutnya, pemasangan di rumah, Nur menjelaskan bahwa sistemnya akan berbeda dengan listrik untuk perumahan.

"Iya nanti dibedakan antara listrik untuk mobil dengan yang untuk rumah. Karena keperluan untuk men-charge ini kan besar, bisa 10 ampere. Jadi nanti kita akan pisahkan," jelas dia.

Pada tahap awal, ditambah dia, pengelolaan SPLU  akan dilakukan PLN. Sedangkan ke ke depan pihaknya akan menjadikan SPLU sebagai bisnis baru bagi PLN. Dia  berharap, hal ini akan mendongkrak pendapatan PLN ke depan.

"Ini ada tambahan lagi untuk menjual listrik dengan harga nonsubsidi," tegasnya.

Sementara untuk pengguna mobil listrik, ditambahkan Nur, perusahaan listrik pelat merah tersebut akan membantu memasang SPLU yang berbeda dari SPLU yang dipasang di tempat-tempat umum.

"Jadi orang yang beli mobil-mobil listrik nanti kita beri satu alat unit khusus untuk charging. Tentu tidak sama dengan SPLU. Kalau SPLU menggunakan koin, kalau yang di rumah pakai prabayar saja," pungkas Nur.


No comments:

Post a Comment